Dinsdag 21 Mei 2013

KURIKULUM PONDOK PESANTREN


KATA PENGANTAR

 Dalam sebuah lembaga pendidikan, ada lembaga formal dan non formal. Lembaga Pendidikan formal sering disebut pendidikan persekolahan. Sedangkan lembaga  Pendidikan non formal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang.  Seperti pondok pesantren yang mana sebagai salah suatu lembaga  pendidikan sebagai tempat pembelajaran non formal dalam suatu masyarakat. pondok pesantren amat penting bagi manusia, karena ia sebagai jalan dan cara untuk membangun dan mengembangkan serta mengkaji ilmu-ilmu agama.
Dalam sebuah lembaga pendidikan, dalam rangka tercapainya tujuan dari proses pembelajaran, maka diperlukan sebuah perencanaan proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu. Karena itulah diperlukan sebuah kurikulum.
kurikulum menggambarkan kegiatan belajar mengajar dalam suatu lembaga kependidikan tidak hanya dijabarkan serangkai ilmu pengetahuan yang harus diajarkan pendidik kepada anak didik, dan anak didik mempelajarinya. Tetapi juga segala kegiatan yang bersifat kependidikan yang dipandang perlu, karena mempunyai pengaruh terhadap anak didik dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.



PEMBAHASAN

A. Pengertian Pondok Pesantren
Pengertian pesantren berasal dari kata santri, dengan awalan pe-dan akhiran an, berarti tempat tinggal santri. Soegarda Poerbakawatja yang dikutip oleh Haidar Putra Daulay, mengatakan pesantren berasal dari kata santri yaitu seseorang yang belajar agama Islam, sehingga dengan demikian pesantren mempunyai arti, tempat orang berkumpul untuk belajar agama Islam. Ada juga yang mengartikan pesantren adalah suatu lembaga pendidikan Islam Indonesia yang bersifat “tradisional” untuk mendalami ilmu tentang agama Islam dan mengamalkannya sebagai pedoman hidup keseharian (2004: 26-27).
Dalam kamus besar bahasa Indonesia, pesantren diartikan sebagai asrama, tempat santri, atau tempat murid-murid belajar mengaji. Sedangkan secara istilah pesantren adalah lembaga pendidikan Islam, dimana para santri biasanya tinggal di pondok (asrama) dengan materi pengajaran kitab-kitab klasik dan kitab-kitab umum, bertujuan untuk menguasai ilmu agama Islam secara detail, serta mengamalkannya sebagai pedoman hidup keseharian dengan menekankan pentingnya moral dalam kehidupan bermasyarakat (Fenomena, 2005: 72).
B. Tujuan Pondok Pesantren
Pondok pesantren sebagai sebuah lenbaga non formal mempunyai beberapa tujuan diantaranya:
a.              Sebagai tempat pembelajaran agama islam .
b.              Sebagai tempat pengembangan kebudayaan  islam.
c.              Sebagai sarana pengkaderan ulama dan cendekiawan muslim.
C. Pendidik
Para Pendidik di Pondok Pesantren ialah  santri yang lebih senior, yang telah menyelesaikan proses mengaji mereka di pondok tersebut, atau di pondok lain.
D. Metode Mengajar
1. Metode Ceramah
pengajar memberikan penjabaran tenrang suatu materi kemudian dijelaskan.
2. Metode Tanya jawab
Dalam proses belajar mengajar bertanya memegang peranan penting guna meningkatkan pertisipasi santri dalam KBM,membangkitkan minat dan rasa ingin tahu santri terhadap masalah yang sedang dibicarakan,dll


STANDAR KOMPETENSI
BAHAN PENGAJARAN PP AL BUCHORY

                      Kelas 1

Materi Pelajaran:
1.      Amtsilah Tasrif
·         Hafal dg lancar Tasrif Lughawi dan istilahi
·         Mampu memahami bentuk (shighat) dan fungsi masing-masing kalimat dalam tasrif.
·         Memahami faedah-faedah Auzan Tasrif.
2.      Safinah an Naja/risalah mahid
·         Memahami substansi bahasan/fiqh dasar berikut mampu mempraktekkan.
·         Mampu (minimal) mampu memberikan makna dalam kitab (praktek menulis pego)
·         Pengenalan membaca kosongan sekaligus tatbiq nahwu dan sharaf.
3.      Jurumiyah
·         Mengenal istilah-istilah nahwu serta bisa membedakan macam-macam kalimat dan memberi makna
·         Mampu menullis arab dg baik melalui keharusan menulis kembali nash kitab Jurumiyah
·         Mampu mempraktekkan dasar nahwu untuk nash-nash arab yang mudah
·         hafal seluruh nash kitab Jurumiyah.

                      Kelas 2

Materi Pelajaran:
1.      Sulam at Taufiq
·         Mampu membaca, memahami dan mempraktekkan subtansi bahasan kitab
·         Santri mulai terbiasa dengan membaca kitab kosongan
·         Tergerak untuk berusaha mampu mengenal asal-muasal dan kedudukan setiap lafadz.
2.      Muhktashor Jiddan
·         Memahami struktur kalimat dalam tata bahasa arab
·         Mampu menyelesaikan soal-soal ilmu nahwu dasar
·         Mampu mempraktekkan dasar nahwu dengan pembiasaan membaca kitab kosongan.
3.  Taisir al Kholaq/Tijan ad Durori
·         Memahami dan mampu mempraktekkan akhlaq dan Tauhid dasar
·         Pengenalan membaca kosongan sekaligus tatbiq Nahwu dan Sharaf
4.  Al Qowaid as Shorfiyah 1
·         Memahami kaidah-kaidah sharaf dan mampu mempraktekkannya
·         Hafal Auzan al Mashodir (wali al mashodiri auza nu�)
·         Mampu memberikan contoh yang lain (meng-qiyaskan)

                      Kelas 3

Materi Pelajaran:
1.      Al Qowaid as Shorfiyah 2
·         Memahami kaidah-kaidah sharaf dan mampu mempraktekkannya
·         Mampu mempraktekkannya untuk nash-nash yang mudah khususnya untuk wazan jama' taksir
·         Hafal wazan jama' taksir.
2.      Tuhfah ats Tssaniyyah
·         Memahami dengan baik ilmu nahwu serta mampu menerapkannya dalam teks dan mengidentifikasinya.
3.      Fathul al Qorib 
·         Memahami fiqh ibadah secara baik
·         Mampu membaca kitab kosongan / makna dengan baik
4.      Al Minah al Fikriyah
·         Memahami ilmu tajwid dengan baik
·         Mampu mempraktekkan dalam membaca al-Qur'an \
5.  Jalau al Afaham
·         Memahami ilmu Tauhid beserta dalil-dalilnya secara naqli maupun aqli
·         Hafal nadzam 'Aqidah al 'Awam
·         Pembiasaan membaca kitab kosongan. 

Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking